fbpx
PendidikanWajo

Tim Dosen Uniprima Gelar Program Pendampingan Minat Sekolah Anak Petani

Tim Dosen Uniprima Gelar Program Pendampingan Minat Sekolah Anak Petani Melalui Pemberdayaan Masyarakat MINAT dalam Pendidikan Non Formal sebagai Sarana Perluasan PENDIDIKAN Pendidikan Menuju Inovasi 4.0

Peningkatan minat sekolah anak petani melalui pemberdayaan masyarakat dalam pendidikan sekolah nonformal sebagai perluasan pendidikan yang didalamnya berisi upaya untuk meningkatkan kemampuan masyarakat ke masyarakat agar mampu memecahkan permasalahan yang dialaminya atau yang dikenal dengan masyarakat madani, yaitu suatu masyarakat yang percaya atas kemampuan para anggotanya untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik serta masyarakat yang menyadari akan hak-hak dan kewajibannya dalam hidupbermasyarakat dimana kondisi pemberdayaan akan terwujud apabila anggota masyarakat memperoleh kesempatan agar semakin berdaya. Dalam mencapai kondisi tersebut dibutuhkan adanya dari pihak luar dalam hal ini petugas pendidikan nonformal untuk membantumelihat potensi atau kemampuan yang dimiliki masyarakat sehingga mereka dapat memberdayakan dirinya. Proses pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan nonformal, sesungguhnya merupakan sebuah upaya yang memungkinkan masyarakatdengan segala keberadaanya dapat memberdayakan dirinya di tengan masyarakat. Dengan pusat aktivitas harusnya berada di tangan masyarakat itu sendiri dengan bertitik tolak dari masyarakat, dilaksanakan oleh masyarakat dan manfaatnya untuk masyarakat atau dengan istilah lain pendidikan berbasis pada masyarakat. Dalam kaitannya dengan hal ini ada lima prinsip dasar yang patut diperhatikan:

(1) keperdulian terhadap masalah, kebutuhan dan potensi/sumberdaya masyarakat;

(2) kepercayaan timbal balik dari pelayan program dan dari masyarakat pemilik program;

(3) fasilitasi (pemerintah) dalam membantukemudahan masyarakat dalam berbagai proses kegiatan;

(4) adanya partisipatif, yaitu upaya melibatkan semua komponen lembaga atau individu terutama warga masyarakat dalam proses kegiatan dan

(5) mengayomi peranan masyarakat dan hasil yang dicapai.

Peningkatan minat sekolah melalui pemberdayaan masyarakat bermaksud untuk mengembangkan kemampuan masyarakat agar mampu berdiri sendiri memiliki ketrampilan untuk mengatasi masalah-masalah yang ada dilingkungan mereka sendiri dengan jalur pendidikan nonformal. Proses pemberdayaan masyarakat dalam program PKM bertujuan meningkatkan kemampuan seseorang untuk memahami dan mengendalikan keadaan sosial, ekonomi dan kemampuan politiknya yang sangat diperlukan dalam upaya memperbaiki kedudukannya dimasyarakat, dengan kata lain proses pemberdayaan ini adalah setiap usaha pendidikan yang bertujuan untuk membangkitkan kesadaran dan kepekaan pada warga masyarakat terhadap perkembangan sosial, ekonomi, atau politik sehingga pada akhirnya warga masyarakat sasaran memiliki kemampuan untuk memperbaiki dan meningkatkan kedudukannya dalam masyarakat, atau menjadi masayarakat yang berdaya melalui pendidikan nonformal.

Dalam pelaksanaan program ini pemberdayaan dipadukan dengan pendidikan, karena merupakan hakekat pendidikan itu sendiri, pendidikan nonformal adalah usaha memberdayakan manusia, memampukan manusia, mengembangkan talenta-talenta yang ada pada diri manusia agar dengan kemampuan/potensi yang dimilikinya dapat dikembangkan melalui pendidikan/pembelajaran. Proses pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan nonformal, sesungguhnya merupakan sebuah upaya yang memungkinkan masyarakatdengan segala keberadaanya dapat memberdayakan dirinya di tengan masyarakat. Dengan pusat aktivitas harusnya berada di tangan masyarakat itu sendiri dengan bertitik tolak dari masyarakat, dilaksanakan oleh masyarakat dan manfaatnya untuk masyarakat atau dengan istilah lain pendidikan berbasis pada masyarakat. Dalam kaitannya dengan hal ini, menurut Yunus (2004: 3) ada lima prinsip dasar yang patut diperhatikan:

(1) keperdulian terhadap masalah, kebutuhan dan potensi/sumberdaya masyarakat;

(2) kepercayaan timbal balik dari pelayan program dan dari masyarakat pemilik program;

(3) fasilitasi (pemerintah) dalam membantukemudahan masyarakat dalam berbagai proses kegiatan;

(4) adanya partisipatif, yaitu upaya melibatkan semua komponen lembaga atau individu terutama warga masyarakat dalam proses kegiatan dan

(5) mengayomi peranan masyarakat dan hasil yang dicapai.

Objek atau mitra sasaran kegiatan program PKM ini ialah desa Lagosi. Sekadar diketahui desa Lagosi terletak 17 km dari kota Sengkang atau Ibukota Kabupaten Wajo. Program PKM kali ini diketuai oleh Ibu Erviana Abdullah, S.Sos., M.Si. didampingi Ibu Sumarni, S.Pd., M.Pd. Keduanya merupakan dosen Program Studi Administrasi Pendidikan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Puangrimaggalatung. Selain itu, melibatkan juga beberapa mahasiswa yang dijadikan sebagai pembantu pelaksana. Program PKM yang ditawarkan oleh Kemenriestekdikti setiap tahunnya, mendapat respon positif dari pemerintah daearah, terkhusus dari masyarakat sasaran.

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close