fbpx
BeritaWajo

Putra Wajo Lolos ke Inggris dan Italia

Dua hari lalu, seorang teman yang secara sukarela ikut mendukung saya di Pemilu 2019 di Kabupaten Wajo, mengirimkan gambar ke kontak WhatsApp (WA). Ia mengabarkan jika putranya lolos seleksi Garuda Select 2019.

Di keterangan yang disertakan di gambar, teman yang tinggal di Kelurahan Laelo, Kecamatan Tempe, meminta doa dan dukungan agar putranya yang bernama Renaldo bisa sukses menjalani pelatihan di Inggris dan Italia.

“Putra daerah Wajo asli Kelurahan Laelo Kecamatan Tempe lolos ke Inggris dan Italia kanda. Mohon doa dan dukungan, motivasinya kanda,” tulis Ope, teman yang saya kenal sejak Pemilu 2019.

Melihat gambar yang dikirimkan, tentu saya ikut senang. Bukan karena saya berteman dengan orang tua Rinaldi. Tapi lebih dari itu, sebagai orang yang lahir di Wajo, saya bersyukur dan bangga, karena ada putra asli Kota Sutera punya potensi cemerlang untuk bisa mengharumkan nama Indonesia kelak.

Tentang putra kedua, Pak Ope, namanya sudah saya kenal sekira dua bulan lalu jelang Final Piala Indonesia yang mempertemukan PSM vs Persija. Saat itu, saya banyak memposting kata dukungan untuk PSM di media sosial. Termasuk menyempatkan menulis catatan yang dimuat di salah satu media online di Makassar.

Mungkin karena saya sering menulis status tentang PSM di facebook, Ope ikut bersemangat memperkenalkan jika ia punya putra yang sedang meniti karier di PSM Umur 16. Anaknya yang berposisi sebagai bek tengah juga dipercaya sebagai kapten kesebelasan.

Meski saat itu kami hanya berkomunikasi via WA, tapi support sekaligus dukungan selalu teriring untuk putranya. Saya pun berjanji akan membuatkan catatan khusus. Apalagi ia sempat curhat tentang minimnya perhatian pemerintah daerah ke anaknya.

Ope yang hingga sekarang masih tergabung di group WA komunitas teman dan relawan pencalegan saya di Pemilu 2019, mengaku prihatin dengan perhatian pemerintah, khususnya induk sepak bola di Wajo mengenai pontensi dan bakat putra-putra daerah di bidang olahraga, khususnya sepak bola.

Menurutnya, putra daerah yang punya bakat dan prestasi di bidang olahraga, harusnya mendapat perhatian khusus dari pemerintah daerah. Sayangnya, semenjak putranya mengasa bakat yang dimiliki hingga sukses menjadi kapten PSM umur 16 dan mengamankan satu tempat di Garuda Select, nyaris tak ada perhatian dari pemerintah daerah, PSSI Wajo dan KONI.

Hanya saja, ia dan keluarganya tak mau larut dengan itu. Dengan penghasilan yang pas-pasan, Pak Ope berusaha sekuat tenaga, agar putranya tetap bisa mengasa kemampuan di sepak bola. Harapannya, tentu bisa sukses menjadi pemain profesional. Pemain yang mengharumkan nama Wajo. Pemain yang membanggakan tanah air, Indonesia.

***
Sebagai putra asal Wajo, saya tentu ikut berkewajiban menaruh perhatian, sekaligus mengingatkan pemerintah daerah, agar tidak memandang sebelah mata bakat dan potensi yang dimiliki putra-putri daerah. Mereka adalah aset masa depan daerah kita. Aset yang juga akan membuat kita bangga sebagai wija to Wajo.

Di Wajo “bergelimang” bakat dan potensi putra-putri daerah yang harus terus diasa. Dibanyak bidang olahraga, kita punya bibit-bibit yang mumpuni. Dan jika itu mendapat perhatian khusus, maka Wajo bisa menjadi salah satu laboratorium lahirnya atlet-atlet profesional Indonesia.

Kita percaya, bupati, wakil bupati beserta jajarannya tak akan berdiam begitu saja. Ia akan punya kepedulian dan perhatian untuk masa depan anak cucu kita. Mudah-mudahan ini hanya persoalan waktu saja. Insyaallah, kegelisahan Pak Ope dan kegelisahan banyak orang bisa dijawab, sekaligus dipenuhi oleh pemerintah kita, serta induk cabang olahraga yang ada di Wajo.

Salama’ki!

By Muh Arif Saleh

Ditulis di Makassar 17 Oktober 2019

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close