fbpx
BeritaWajo

Panen Raya di Belawa, Bupati Wajo Bahas Jalanan dan Pertanian

Acara panen raya diselenggarakan oleh masyarakat Desa Ongkoe, Kec. Belawa dan dihadiri oleh Bupati Wajo, Minggu 6 Oktober 2019.

Acara ini pun juga dihadiri oleh beberapa Kepala OPD, juga ada perwakilan dari Dinas PSDA Kab. Sidrap, anggota DPRD, Camat Belawa, Ketua Tim Penggerak PKK, Kepala Desa, serta sejumlah tokoh masyarakat.

Terkait masalah jalanan yang menjadi salah satu keluhan masyarakat Belawa, Bupati Wajo, Amran Mahmud mengatakan bahwa dia ingin 2 tahun atau 3 tahun kedepan, masyarakat Belawa hanya menempuh 30 menit untuk sampai ke Sengkang.

Artinya, jalanan yang menjadi penghubung masyarakat Belawa tersebut akan diperbaiki menjadi beton mulai dari Macero, Ujung Kessi, hingga sampai ke Sengkang.

“Juga kita ganti nanti jembatannya menjadi jembatan besar, supaya orang Belawa tidak lagi masuk ke Sidrap hingga masuk kembali ke Wajo, itu semua sedang kami rencanakan, karena hal tersebut semuanya harus melalui proses” kata Amran Mahmud.

Untuk kebutuhan pertanian, nantinya akan disiapkan benih, sesuai dengan kelompok tani yang ada untuk memulai penanaman berikutnya.

Amran Mahmud juga menyampaikan bahwa nantinya akan ada Mal Pelayanan yang menjadi tempat pelayanan segala kebutuhan masyarakat Kab. Wajo, yang bertempat di Sengkang.

“Mal ini, nantinya jika ada yang mau mengurus sesuatu, sekali masuk disana semuanya ada, termasuk Samsat, Pajak dll. Hal ini merupakan usaha kita untuk memajukan pelayanan,” ungkap Bupati Wajo.

Dalam bidang pertanian, banyak hal yang termasuk didalamnya seperti jalanan, pengairan, teknologi pertanian dan lain sebagainya, menjadikan hal ini sangat penting untuk diperhatikan.

Saat ini di Majauleng terdapat kawasan yang dijadikan sebagai kawasan pertanian terpadu. Kawasan tersebut akan menjadi pusat belajar bagi para kelompok tani dalam memajukan pertanian di Kab. Wajo.

Dalam acara ini ada tiga masyarakat yang mengajukan permohonan atau pertanyaan kepada Bupati Wajo.

Salah satu diantaranya yang berasal dari Desa Sappa Kec. Belawa, yang mempertanyakan mengenai pelayanan pemberian bantuan. Dia mengindikasikan bahwa bantuan-bantuan alat pertanian di Kec. Belawa hanya terfokus pada satu orang atau satu kelompok saja. Dia pun berharap bahwa akan adanya perubahan terkait hal tersebut.

Hal ini merupakan permasalahan yang lalu, sehingga ia berharap hal ini tidak terulang kembali.

“Bahkan kami mengindikasikan hal ini merupakan hal didalamnya yang sifatnya berbau bisnis, sebab hanya tertuju pada satu orang, sedangkan harapan kami bantuan itu tertuju kepada semua masyarakat,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut Amran Mahmud tegaskan kepada Dinas terkait, agar hal tersebut tidak lagi terjadi.

“Ke depan tidak boleh ada lagi permainan-permainan seperti itu, hal ini sudah pernah saya tegaskan kepada Kadis, kalau ada yang seperti itu tolong disampaikan” jawabnya.

Hal ini pun telah ditegaskan oleh Bupati dan Wakil Bupati Wajo dihari pertamanya bekerja yakni di Lapangan Merdeka Sengkang, Kab. Wajo.

“Hari pertama saya bekerja, saya dan Wakil Bupati sudah tegaskan itu di Lapangan Merdeka dimana seluruh PNS dan masyarakat berkumpul. Karena ini merupakan pemerintahan yang amanah dimana pemerintahannya harus jujur dan bersih tentunya tanpa rekayasa” ujar Amran Mahmud.

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close