fbpx
Wajo

Musrenbang Penrang , Wabup Wajo : Tinggalkan Cara Lama, Menuju Budaya Kerja Yang Lebih Baik

Wakil Bupati Wajo H.Amran, SE membuka acara Musrenbang Tingkat Kecamatan di Penrang, hadir pula Sekretaris Daerah Kabupaten Wajo, anggota DPRD fraksi PDIP Baso Oddang, Lurah dan Kepala Desa se Kecamatan Penrang, Forkopimda, Tokoh Masyarakat, tokoh pendidik,toko pemuda, tokoh organisasi, perwakilan perempuan dan anak se kecamatan Penrang, Kamis (28/02/2019).

Camat Penrang dalam sambutannya mengatakan pemekaran dari kecamatan sajaoangin tahun 2001dengan luas tambak 800 hektar , jumlah penduduk 16.000 jiwa,satu Kelurahan dan sembilan Desa.
Kita sudah melaksanakan Musrenbang tingkat kecamatan yang menghasilkan usulan prioritas, kecamatan Penrang siap mendukung program program periode 2019 s.d 2024.

Selanjutnya Wakil Bupati Menyerahkan Program dan Kegiatan Kecamatan Penrang Tahun 2019, dengan total alokasi anggaran 3.938.529.000.

Camat Penrang Drs.H.A.Cakunu, M.Si menyerahkan daftar usulan kegiatan prioritas Musrenbang Tahun 2020 kepada Wakil Bupati Wajo H.Amran, SE.

Wakil Bupati Wajo dalam sambutannya menyampaikan, kehadiran kita disini dalam rangka menyusun rencana, dan mengambil tindakan nantinya ke depan di tahun 2020, untuk merealisasikan cita cita besar kita bersama Pemerintah Amanah, menuju Wajo yang maju dan sejahtera.

Selama ini, Mindset perencanaan yang telah berakar kuat pada pemerintahan kita, menimbulkan kesan bahwa perencanaan adalah siapa mendapatkan apa, berorientasi pada projects oriented, dan mencari keuntungan pribadi. Kita seakan lupa akan tujuan hadirnya pemerintahan adalah untuk mensejahterakan masyarakatnya.

Olehnya itu, mulai saat ini, kita secara bertahap akan melakukan perubahan mindset itu. Marilah kita tinggalkan budaya kerja lama, menuju budaya kerja yang lebih baik. marilah kita semua menjadikan Musrenbang ini sebagai alat yang efektif dalam merancang pembangunan daerah yang kita cintai.

Kami telah mengambil langkah-langkah strategis untuk mewujudkan 25 kerja nyata yang kami janjikan. Untuk itu, kami telah menyusun rencana restrukturisasi birokrasi dan e- Goverment, dengan harapan terjadi penghematan belanja pembangunan mendapatkan porsi anggaran yang lebih besar.

Kami juga telah mengembangkan integrated farming yang diawali di Desa Uraiyang yang akan menyebar nantinya di wilayah lainnya. Sehingga ke depan sektor pertanian, perikanan, dan peternakan serta sektor unggulan lainnya dapat meningkat produktivitasnya secara otomatis masyarakat akan meningkat pendapatannya.

Janji kami untuk penataan pasar tradisional juga telah kami lakukan dimulai di kecamatan tempe yaitu pasar mini Sengkang dan penertiban parkiran pasar tempe. Kami mengembalikan fungsi jalan dan tempat parkir sesuai dengan peruntukannya. Nantinya juga akan kami tata ke depan pasar-pasar tradisional diluar kecamatan tempe.

Kami juga telah melakukan pembicaraan awal dengan FLUIDTEC dari Jerman untuk merealisasikan janji kami air layak minum 24 jam. Selain itu, kami melanjutkan kesehatan gratis melalui pemberian BPJS bagi seluruh masyarakat.

Melalui forum ini, kita menjaring usulan dan kebutuhan masyarakat desa/kelurahan sesuai dengan potensi dan permasalahan yang mereka hadapi, guna menyusun perencanaan pembangunan kedepan.

Kita saling berdiskusi untuk mempertajam, menyelaraskan, mengklarifikasi dan menyepakati usulan rencana kegiatan pembangunan desa/kelurahan yang telah dihasilkan pada Musrenbang desa/kelurahan.

Kemudian mengintegrasikan kesepakatan itu, menjadi usulan prioritas rencana pembangunan kecamatan. Nantinya, hasil dari Musrenbang ini akan digunakan sebagai bahan penyempurnaan rancangan awal RKPD, pembahasan forum perangkat daerah dan Musrenbang Kabupaten Wajo.

Itulah sebabnya, saat ini saya hadir disini dengan didampingi oleh para perangkat daerah yang akan mendengarkan, mencatat, mendiskusikan dan nantinya bersama-sama memutuskan program dan kegiatan prioritas apa yang akan direncanakan ditahun-tahun 2020.

Diakhir sambutannya Wakil Bupati Wajo H.Amran, SE mengatakan marilah kita bersama sama bekerja keras, mencurahkan segala daya upaya, buah pikiran kita yang berguna untuk mewujudkan Pemerintah Amanah, menuju Wajo yang Maju dan Sejahtera.

Dilanjutkan sesi tanya jawab dengan masyarakat langsung dijawab oleh bapak Wakil Bupati Wajo:
Untuk Jalanan poros atapange doping mendapat bantuan anggaran dari Provinsi Sulawesi Selatan 27 Milyar tahun 2019 sesuai hasil kordinasi bupati dan wakil bupati Wajo dengan gubernur Sulawesi Selatan.

Pariwisata diLacikua akan dilakukan perbaikan infrastruktur sehingga kedepannya ekonomi rakyat bisa bangkit.
Honor perangkat desa dan imam desa sudah dianggarkan di Alokasi Dana Desa, untuk kelurahan sudah dianggarkan di Kelurahan.

Disediakan Mobil pemadam kebakaran mendapat bantuan dana dari Gubernur Sulawesi Selatan.

Mutasi ada aturan yang mengikat sehingga perlu dilaksanakan tetap akan dievaluasi kembali.

Tugu dipertigaan akan dipugar dibangun tugu yang menggambarkan khas doping (icon ikan) dengan dirapatkan bersama
Papan petunjuk jalan akan disiapkan oleh dinas perhubungan Kabupaten Wajo.
Terkait saluran drainase Wakil Bupati Wajo menyampaikan akan dianggarkan diperubahan tahun 2019.

Harapan siswa memberikan bantuan ruang kelas SMP 2 Penrang dari 6 menjadi 9 kelas, menggunakan ruang laboratorium, oleh Wakil Bupati menyampaikan mudah mudahan bisa direalisasikan di anggaran perubahan tahun 2019 akan ada penambahan ruang kelas.

Penataan Data miskin perlu pemutakhirannya. Oleh Wakil Bupati Wajo menyampaikan akan ada tim yang turun untuk melakukan pemuktahiran data, Perlu melakukan penataan tata ruang dalam hal ini puskesmas dan sekolah agar tidak berdekatan agar tidak mengganggu orang sakit yg istirahat di Puskesmas. Oleh Wakil bupati Wajo menyampaikan akan dilakukan rembuk bersama dengan pemerintah setempat.

Adanya aset desa yg diambil alih dalam hal ini pasar. Oleh Wakil Bupati menyampaikan Pasar dihidupkan kembali sehingga ada perputaran ekonomi.

Jalan hokmis ke Bake Bake, oleh Wakil Bupati Wajo menyampaikan mudah mudahan dapat dianggarkan diperubahan tahun 2019.

Marak pencurian sapi, saran Polsek agar ada kandang sapi terpadu utk beberapa pemilik sapi. Ketika terjadi pencurian laporkan dilokasi penrang, oleh Wakil Bupati Wajo menyampaikan akan ada surat edaran dari Dinas Tanaman Pangan Hultikultura dan Peternakan Kabupaten Wajo yang mengatur terkait hal tersebut.

Tanah timbunan, oleh Wakil Bupati Wajo menyampaikan akan dibuatkan aturan begitu pula Tambang pasir sehingga ada masuk dalam PAD.

Pendangkalan sungai oleh Wakil Bupati menyampaikan akan dilakukan Pengerukan sehingga tidak menjadi banjir akan dikoordinasikan dengan dinas terkait.

Adanya kewajiban kelompok tani memiliki SKT. Oleh Wakil Bupati Wajo menyampaikan untuk SKT tidak dibebankan kepada kelompok tani, ini akan ditindak lanjuti dengan surat edaran Bupati.

Kurangnya tenaga pengajar di Satap Penrang, Oleh Wakil Bupati Wajo menyampaikan bahwa penambahan guru di Satap Penrang akan dilakukan menjadi bahan usul dinas Pendidikan dan Kebudayaan ke BKPSDM Kabupaten Wajo.

 

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close