fbpx
Wajo

Musrenbang Pammana, Wabup Wajo Ajak Semua Pihak Bekerja Keras.

Jumat 1 Maret 2019 Wakil Bupati Wajo H.Amran, SE membuka acara Musrenbang Tingkat Kecamatan di Pammana, hadir pula dari Ketua DPRD Drs. H. Yunus Panaungi Lurah dan Kepala Desa se Kecamatan Pammana, ,Forkopimda, Tokoh Masyarakat, Tokoh pendidik,Toko pemuda, Tokoh organisasi, perwakilan perempuan dan anak se Kecamatan Pammana.

Plt.Camat Pammana dalam sambutannya mengatakan kita memiliki dua Kelurahan dan empat belas Desa,Kita sudah melaksanakan pra Musrenbang tingkat kecamatan yang menghasilkan usulan prioritas, kecamatan Pammana siap mendukung program program periode 2019 s.d 2024.

Selanjutnya Wakil Bupati Menyerahkan Program dan Kegiatan Kecamatan Pammana Tahun 2019, dengan total alokasi anggaran Rp. 16.829.865.235 membiayai, bidang bina marga,cipta karya, jasa konstruksi dan penataan ruang, bidan pengelolaan sumberdaya air, bidang perikanan, bidang perdagangan, bidang Tanaman pangan Hultikultura dan peternakan, bidang pendidikan dan kebudayaan, pemberdayaan masyarakat desa dan kelurahan, bidang perumahan dan permukiman, bidang perkebunan.

Plt.Camat Pammana Amshir Andi Timbang, SH menyerahkan daftar usulan kegiatan prioritas Musrenbang Tahun 2020 kepada Wakil Bupati Wajo H.Amran, SE.

Wakil Bupati Wajo dalam sambutannya menyampaikan kehadiran kita disini dalam rangka menyusun rencana, dan mengambil tindakan nantinya ke depan di tahun 2020 untuk merealisasikan cita cita besar kita bersama Pemerintah Amanah, menunjukkan Wajo yang maju dan sejahtera.

Selama ini, Mindset perencanaan yang telah berakar kuat pada pemerintahan kita, menimbulkan kesan bahwa perencanaan adalah siapa mendapatkan apa, berorientasi pada projects oriented, dan mencari keuntungan pribadi. Kita seakan lupa akan tujuan hadirnya pemerintahan adalah untuk mensejahterakan masyarakatnya.

Olehnya itu, mulai saat ini, kita secara bertahap akan melakukan perubahan mindset itu. Marilah kita tinggalkan budaya kerja lama, menuju budaya kerja yang lebih baik. marilah kita semua menjadikan Musrenbang ini sebagai alat yang efektif dalam merancang pembangunan daerah yang kita cinta ini.

Kami telah mengambil langkah-langkah strategis untuk mewujudkan 25 kerja nyata yang kami janjikan. Untuk itu, kami telah menyusun rencana restrukturisasi birokrasi dan e- Goverment, dengan harapan terjadi penghematan belanja pembangunan mendapatkan porsi anggaran yang lebih besar.

Kami juga telah mengembangkan integrated farming yang diawali di Desa Uraiyang yang akan menyebar nantinya di wilayah lainnya. Sehingga ke depan sektor pertanian, perikanan, dan peternakan serta sektor unggulan lainnya dapat meningkat produktivitasnya secara otomatis masyarakat akan meningkat pendapatannya.

Janji kami untuk penataan pasar tradisional juga telah kami lakukan dimulai di kecamatan tempe yaitu pasar mini Sengkang dan penertiban parkiran pasar tempe. Kami mengembalikan fungsi jalan dan tempat parkir sesuai dengan peruntukannya. Nantinya juga akan kami tata ke depan pasar-pasar tradisional diluar kecamatan tempe.

Kami juga telah melakukan pembicaraan awal dengan FLUIDTEC dari Jerman untuk merealisasikan janji kami air layak minum 24 jam. Selain itu, kami melanjutkan kesehatan gratis melalui pemberian BPJS bagi seluruh masyarakat.

Melalui forum ini, kita menjaring usulan dan kebutuhan masyarakat desa/kelurahan sesuai dengan potensi dan permasalahan yang mereka hadapi, guna menyusun perencanaan pembangunan kedepan. Kita saling berdiskusi untuk mempertajam, menyelaraskan, mengklarifikasi dan menyepakati usulan rencana kegiatan pembangunan desa/kelurahan yang telah dihasilkan pada Musrenbang desa/kelurahan. Kemudian mengintegrasikan kesepakatan itu, menjadi usulan prioritas rencana pembangunan kecamatan. Nantinya, hasil dari Musrenbang ini akan digunakan sebagai bahan penyempurnaan rancangan awal RKPD, pembahasan forum perangkat daerah dan Musrenbang Kabupaten Wajo.

Itulah sebabnya, saat ini saya hadir disini dengan didampingi oleh para perangkat daerah yang akan mendengarkan, mencatat, mendiskusikan dan nantinya bersama-sama memutuskan program dan kegiatan prioritas apa yang akan direncanakan ditahun-tahun 2020.

Diakhir sambutannya wakil bupati Wajo H.Amran, SE mengatakan marilah kita bersama sama bekerja keras, mencurahkan segala daya upaya, buah pikiran kita yang berguna untuk mewujudkan Pemerintah Amanah, menuju Wajo yang Maju dan Sejahtera.

Dilanjutkan dengan 6 pertanyaan yang dipandu oleh plt. Camat Pammana:

Anggaran yang didapatkan sangat terbatas sekali dijelaskan oleh Wakil Bupati dana kelurahan sudah siap tinggal menunggu juknisnya

Pembangunan UGD peningkatan mutu pelayanan kami dijelaskan oleh Wakil Bupati Wajo puskesmas akan menjadi rawat inap. Alhamdulillah akan dibangun rumah sakit regional di ibukota Kabupaten Wajo.

Permasalahan data terkadang tumpang tindih, Wakil Bupati Wajo menyampaikan akan dilakukan rasionalisasi data sehingga tidak tumpang tindih akan tertata dengan baik.

Jalan poros ditingkatkan menjadi jalan daerah karena merupakan jalan perbatasan akan menjadi bahan dalam pengusulannya. Ungkap wakil Bupati Wajo H.Amran, SE

Bappeda dan PMD dalam Penentuan dana desa di Wajo agar ditinjau kembali, Wakil Bupati Wajo menyampaikan agar sinkronisasi program kegiatan menyesuaikan program pemerintah kabupaten Wajo , jika sudah dianggarkan didana desa maka tidak perlu lagi di anggarkan di APBD.

Jalan poros Wajo – Bone cemppa pada saat musim hujan jalanan terputus, Wakil bupati Wajo menyampaikan bahwa kami telah koordinasi dengan gubernur Sul Sel terkait jalan tersebut dan insya Allah akan di selesaikan dalam waktu dekat.

Diakhir acara h.yunus panaungi mengatakan bahwa Musrenbang ini bukan lagi hanya seremonial melainkan menjadi bahan usulan yang akan diakumulir secara bertahap

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close