fbpx
ArtikelPendidikan

Artikel : Mahasiswa Bukanlah Teroris.

Berbicara tentang mahasiswa, banyak dari masyarakat yang memaknai kata mahasiswa identik dengan orang yang selalu tawuran. Mahasiswa juga orang yang selalu membuat onar dimasyarakat. Terlebih lagi, mahasiwa adalah orang yang selalu demo di jalan entah apa  yang ia inginkan.

Mungkin seperti itulah pandangan masyarakat yang hanya berprasangka buruk tentang mahasiswa. Terkadang ketika terlihat mahasiswa di jalan sambil memegang toa dengan suara yang begitu lantang untuk menuntut ketidakadilan. Akan tetapi masyarakat tetap saja berpikiran buruk terhadap mahasiswa.

Terdengar dari suara masyarakat yang mengatakan ” Ini mahasiswa membuat macet saja jalanan, bukannya kuliah malah teriak-teriak gak jelas di jalanan” . Kalian tidak tahu yang sebenarnya mengapa mahasiswa sering turun ke jalan. Mereka turun ke jalan memiliki tujuan yang sangat mulia demi menegakkan hukum dan mengembalikan hak-hak rakyat jelata yang telah dirampas oleh tikus-tikus berdasi yang tidak bertanggung jawab , dengan memanfaatkan jabatannya mereka tidak memikirkan ada orang yang akan menderita terhadap apa yang dilakukannya.

Tidakkah kalian ingat, pemimpin yang memimpin negara kita kurang lebih 30 tahun lamanya. Yang memanfaatkan jabatannya untuk merampas hak-hak rakyat jelata. Dan mengangkat keluarganya di kursi pemerintahan.

Masyarakat ingin melawan pada saat itu akan tetapi mereka takut. Karena siapapun yang melewan kebijakanya maka akan di penjara dan lebih tragisnya lagi mereka akan dibunuh. Rakyat biasa hanya bisa terplongo melihat keadaan seperti itu.

Pada masa itu, krisis ekonomi terjadi, hutang dimana-mana dan parahnya lagi malah keluarganya makin sejahtera. Dengan uang korupsi mereka memberi makanan keluarganya. Sementera itu, suara jerit tangis rakyat yang kelaparan belum tentu sehari bisa makan.

Hanya mahasiswa yang berani melawan kebijakan itu. Tidak merasa takut mereka melakukan aksi. Dengan aksi besar-besaran mahasiswa turun di jalan sambil berteriak  dengan suara yang begitu lantangnya. Tanpa memikirkan dirinya dan juga tidak takut untuk dipenjara maupun dibunuh. Dengan teriakan ” Turunkan dari jabatannya” mungkin seperti itulah teriakan mahasiswa . Terjadilah perselisihan antara mahasiswa dengan aparat keamanan. Satu per satu mahasiswa di tembak oleh aparat akan tetapi mereka memegang erat semboyannya. Pantang pulang sebelum menang.

Tak mengenal waktu, mahasiswa tetap melakukan aksinya dengan harapan bisa segera digantikan. Kekacauan makin tak terelakkan lagi  mahasiswa dengan aparat. Bangunan hancur akibat perselisahan keduanya. Keajaiban terjadi pemimpin itu mengundurkan diri dari jabatannya. Dihadapan mahasiswa menyatakan sikap untuk tidak lagi menjabat.

Akan tetapi, masyarakat melupakan masa lalu. Mereka tahu nya  mahasiswa adalah orang yang membuat kekacauan. Mahasiswa meraih masa keemasannya dengan menurunkan pemimpin yang sebenarnya tidak layak untuk dijadikan pemimpin. Berkat mahasiswa aspirasi rakyat bisa tersampaikan.

Manakah penghargaan kalian terhadap mahasiswa. “Kami tidak butuh di hormati, kami tidak butuh di kasihani, yang kami butuhkan hanyalah jangan kau anggap remehkan kami karena yang akan menjadi penerus bangsa adalah mahasiswa” sisipan kata yang terlontar dari mulut mahasiswa.

Menurut Kartono ( dalam ulfah, 2010 ) Mahasiswa diharapkan dapat menjadi daya penggerak yang dinamis bagi proses modernisasi dalam kehidupan mayarakat. (Shelvi Sianturi, https://www.google.com/amp/s/www.masukuniversitas.com/mahasiswa/amp/ , 4 Januari 2019).

Mahasiswa adalah sebagai penggerak dalam kehidupan bukan mereka yang digerakkan. Hargailah perjuangan mahasiswa, demi memajukan kehidupan bangsa yang adil dan makmur. Tanpa seorang perjuangan mahasiswa bangsa ini akan hancur.

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close