fbpx
Artikel
Trending

Kepekaan Kebersihan Sangat Kurang Pada Mahasiswa

Semenjak saya masuk kuliah pada tahun 2016 yang lalu, saya menemukan hal-hal yang baru. Perbedaan yang sangat signifikan ketika masih duduk dibangku sekolah maupun kuliah. Di Sekolah Menengah Atas (SMA) tentunya kita diajarkan tentang kebersihan kelas maupun lingkungan sekolah.

Entah apa yang terpikirkan pada saat itu, ketika beranjak ke Kampus setiap paginya. Dan saya melihat ada seorang yang menyapu kelas.

Sangat berbeda ketika saya masih di SMA. Setiap paginya siswa rajin membersihkan kelasnya sesuai dengan jadwal piket yang sudah ditentukan. Dan yang tidak membersihkan kelas maka akan didenda lima ribu per harinya.

Setelah hijrah ke Kampus, saya tidak menemukan lagi pemandangan waktu SMA kemarin, yang dimana seharusnya mahasiswa seharunya membersihkan kelas. Setiap paginya saya melihat tukang service menyapu kelas yang kotor.

Sempat berbicara dengan salah satu teman saya, dia mengatakan ” Kita ini sudah mahasiswa buat apalagi kita membersihkan kelas, kan sudah ada tukang service dan dia juga digaji juga melalui uang spp kita”. Seketika itu saya menganggukkan kepala dan hanya menelan ludah mendengar ucapan itu.

Jangan beranggapan kita sudah mahasiswa sudah tidak ada lagi beban membersihkan kelas. Kita harus sadar sendiri akan hal itu. Dengan seenaknya berkata ” Ada ji tukang service yang bersihkan nanti itu” ucapan mahasiswa yang sangat Malas Gerak (MAGER). Jadi kalau ada tukang service, hanya semaumu membuang sampah sembarangan.

Mahasiswa pandai berargumen tentang penderitaan rakyat jelata. Namun hal sekecil itu, mengenai kebersihan dia sangat tidak peduli. Dan itu akan menjadi permasalahan besar buat kita.

Ada hadis mengatakan bahwa kebersihan sebagian dari iman. Kapan kalian tidak menjaga kebersihan iman kalian perlu dipertanyakan

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close