fbpx
Nasional

Fenomena Gempa Mamasa Mirip Lombok Dan Palu, Ini kata BMKG

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Majene menilai gempa yang menguncang Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat menunjukkan fenomena tidak biasa.

Pasalnya, gempa pertama yang terjadi dua hari yang lalu harusnya tidak lagi menimbulkan gempa yang berkekuatan lebih besar dari gempa sebelumnya.

“Data historis, memang kalau gitu harusnya dia makin lama makin menurun. Karena dia (gempa) mengalami proses untuk menuju kestabilan. Cuma ini memang lebih seperti kasus di Lombok Timur dan Kota Palu. Gempanya menurun, menurun, tiba-tiba timbul yang besar,” kata Prakirawan BMKG Majene, Arman kepada mandarnesia.com, melalui sambungan telepon, Selasa, (6/11/2018).

Namun hal tersebut dikatakannya mungkin perlu penelitian lebih lanjut. Kenapa bisa seperti itu. Harus diteliti ulang karena data dari tahun ke tahun, gempa selalu menunjukkan penurunan.

Ia juga menyampaikan bahwa Kabupaten Mamasa memiliki rongga di bawah tanah yang sama dengan Petobo, Kota Palu, Sulawes Tengah. Yang menyebab munculnya likuifaksi.

Baca juga : Terinspirasi Kisah Hidup Nurung, 2HD terus bergerak tebar kebaikan

“Di Mamasa ada semacam rongga di bawah tanah. Sama dengan Petobo, Kota Palu sehingga terjadi likuifaksi. Sehingga perlu penelitian. Makanya kami (BMKG), pemerintah pusat, dengan pemerintah daerah BPBD, geologi sedang membuat peta masalah gempa,” jelasnya.

Sementara untuk dampak kerusakan atas gempa 5,5 magnitude, ia menyampaikan bergantung terhadap kondisi wilayah tersebut. “Harus diteliti lagi seberapa kuat pergerakan tanah. Karena tiap-tiap tempat itu berbeda kontruksi tanahnya.”

Sumber : Mandarnesia.com

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close