fbpx
BeritaNasionalWajo

Bupati Wajo Hadiri Rakornas Pengendalian Inflasi, Ini yang Disampaikan Wapres Jusuf Kalla

Acara Rapat Koordinasi Nasional di Hotel Grand Sahid, Jakarta Pusat, dihadiri dan dibuka langsung oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) dengan mengungkapkan kalau kondisi peningkatan harga barang dan jasa secara umum atau inflasi harus tetap dijaga dengan stabil.

Bupati Wajo, Dr. H. Amran Mahmud, S.Sos., M.Si. didampingi oleh asisten Bidang Perekonomian Setda Wajo dan Kabag Perekonomian Kabupaten Wajo hadir dalam acara yang berlangsung pada hari ini (25/07/19). Beliau berharap agar semua OPD terkait dapat terus intens dalam berkoordinasi agar betul-betul menjaga inflasi perekonomian secara menyeluruh. Dan dengan inflasi akan menjadi daya beli dan menopang pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Dalam acara bertema “Sinergi dan Inovasi Pengendalian Inflasi untuk Penguatan Ekonomi Inklusif” tersebut, JK menerangkan saat membuka sekaligus mengesahkan Rakernas bahaya apabila inflasi dibiarkan tidak stabil maka kenaikan harga barang dan jasa akan melambung tinggi. Tetapi tidak harga yang tinggi tersebut tidak apa-apa jika untuk kebutuhan ekspor.

JK juga mengingatkan apabila terjadi deflasi atau harga barang dan jasa jatuh serta nilai uang bertambah juga akan ada imbasnya. Imbasnya tersebut dirasakan oleh penguasaha. Kerugian yang dirasakan pengusaha itu bisa berdampak kepada jumlah karyawan yang dipangkas.

Karena itu JK mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas inflasi sama halnya dengan menjaga kestabilan tekanan darah manusia.

“Ingat tekanan darah anda kalau bicara inflasi harus stabil, 3,5 sampai 5 jangan sampai 6 persen. Kita mengukur deposito pakai inflasi, kalau inflasi tinggi, orang mau depositkan uangnya,” tandasnya.

Gubernur Bank Indonesia (BI) dalam acara tersebut turut hadir dan menuturkan, tiga poin yang akan menjadi prioritas Tim Pengendali Inflasi Pusat (TPIP) dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) untuk mengendalikan inflasi. Poin tersebut adalah sinergi, adaptasi dalam inovasi dan membuka kerjasama perdagangan antar daerah.

Perry menuturkan, “sinergitas sudah dilakukan oleh TPID dan TPIP selama lima tahun terakhir yang menjadi kunci dalam pengendalian inflasi. Dampaknya, inflasi mampu dikendalikan dalam tingkat  rendah, yakni sekitar tiga hingga 3,5 persen.”

Disadur dari suara.com

Editor : Hasniar

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close